Selasa, Juni 23, 2009

my pill crusher

bagi orang lain gadget idaman adalah iphone seri terbaru. leptop mac. kamera DSLR nikon. well, some of them are mine too. but this gadget is something i've been dreamed of way way long ago. something really meets my need. and i found it few days ago. tadddddaaaaa....

my dream gadget

yup. ini adalah "magic pill something2". hehe, something2 b'cos it can slice, crush, and restore your tiny-yucky-pill. ini adalah masalah dasar bung, bagi orang lain minum pil cuman perkara se-upil. taruh pil di mulut, taruh air putih, glendeeeeeer. but for me it's a struggle. i can't swallow a pill, even the tiniest one. mulut ini gampang sekali terpicu untuk muntah klo ada pil masuk. dan yapp, selama ini perkara minum pil bagi nduk pit adalah bener2 meminumnya, setiap jengkal rasanya, setiap inchi pahitnya. glekkkk.

jadi kawans, ada 3 fungsi utama alat ini. pertama, membelah pil jadi dua. jadi misalnya anda sedang sakit flu dan obat anda dosis tinggi, need to eat it in a half, slice it! taruh pil di cetakan bulet yang telah dsediakan, lalu tutup penutup nya. cless, jadi 2. perlu berhati2 jg terhadap mata pisau di dalamnya, tajem banget loh.

the details

second, to crush your pill. howaaaaa... this's my goddess!! put your pill in the hole, screw the cover, umm... need lit efforts though, buit voila, it powderedly crashed :D then easily i can put it in a spoon, put some water with sugar on it, then glekkk... eat it.

third, it can restore your pill. so just in case u're in a run, u can keep the pill on it, and carry it easily. the storage is in the bottom part. even at the bottom, no need to worry that your pill will fall down, there's a tiny click-lock that will manage it.

hehe.. what a real gadget. mechanical gadget, for me, it's a real tool designing. bravooo!!!

Kamis, April 09, 2009

Mengatasi Telinga Sakit Saat Landing

Bagi sebagian orang, naek pesawat terkadang menyakitkan. seperti saya yang selalu merasa was2 saat pilot menyatakan bahwa pesawat akan landing dalam 15 menit. telinga sakit dan sangat sakit. itu terjadi karena turunnya tekanan udara secara drastis. baca http://ndukpitri.blogspot.com/2008/01/again-i-hate-flight.html untuk keterangan selengkapnya perihal penyebabnya. kejadian ini lumayan parah bahkan pernah mata saya sampe berair walo g pengen nangis, air mata keluar sendiri gitu, sakiiiit g tertahankan, efeknya jg g ilang walo dah beberapa menit turun dr pesawat.

nah, ada cara jitu bagi anda2 yang mengalami hal serupa. jadi dulunya ada kawan yg bilang, emut permen pit, biar g sakit. namun ternyata saat nduk pit praktekkan, g ngefek juga. eh ternyata, solusi penangkalnya adalah pada bagaimana kita menelan ludah nya.

jadi saat pesawat sudah keliatan miring2 atau turun untuk landing, segera emut permen. atau saat telinga anda mulai merasa sakit, emut permen. permen alot atau chewing candy lebih disarankan, sebab membantu pergerakan rahang saat nantinya harus menelah dengan kuat.

kumpulkan beberapa air ludah di mulut, hehe i know it sound njijiki tapi memang kita harus menelan jumlah air ludah yg cukup banyak saat menelan, bukannya makan permen juga sebenarnya aktifitas menelan ludah yang diberi perasa buah2an ya, huehe. nah, setelah terkumpul banyak, telan kuat2. sangat kuat hingga telinga anda merasakan aktifitas penelanan ini. ehmkkkkk!!!

ulangi beberapa kali sampai terdengar bunyi plop di telinga anda, atau sampai anda tidak merasakan sakit lagi. awal melakukan ini, saya menghabiskan 6 permen mentos. dan terakhir kemaren berkurang hanya dengan 3 permen sugus rasa stroberi. it works! it works! telinga saya sudah g sakit lagi. bahkan sebelum landing, telinga ini sudah bisa mengadjust perbedaan tekanan dengan sempurna.

selamat mencoba and have a nice and save flight! :)

Rabu, April 08, 2009

Allah, Lima Jari

bagi nduk pit, aktifitas nongkrong di kamar mandi terkadang merupakan wahana berfikir dan berimajinasi. kadang memikirkan kejadian sehari2 dan menghubungkannya dengan hukun dan logika fisika sederhana, atau membuat gambar2 imajinatif dengan air di dinding, kadang berupa monster, atau bukit, atau apalah.

oke2, jadi suatu hari, nduk pit membasahi tangan kanan dan serta merta menempelkannya di dinding. sekilas seperti gambar tangan biasa. nduk pit pun menghubungkannya dengan garis2, menuliskannya dr tangan yg sudah dibasahi kembali. dan g nyangka, itu hasilnya persis dengan lafadz Allah. itungan jari2nya jg pas. sebenernya nduk pit ndak terlalu suka dengan hal2 seperti ini, sebab kadang terkesan dicocok2kan saja. tapi coba perhatikan.

jari keingking adalah alif, jari telunjuk adalah lam pertama, jari tengah adalah lam kedua, jari manis dan jari kelingking membentuk ha'.

dan kebesaran Allah manakah yang tidak kau perhatikan, hai orang2 yg berfikir :)

Jumat, Maret 06, 2009

mereka ada

rasanya sudah menjadi hal yang umum bahwa pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu. melihat sesuatu yang statis, tidak dinamik, tak kunjung habis. dan terutama bagi saya adalah menyebabkan kantuk tingkat tinggi. yup, beri saya sebuah kelas, dan sebuah kursi ala mahasiswa kuliah, kayu pun tak masalah, nyalakan AC nya, tempatkan satu dosen yang begitu merdu suaranya, statis, statis, dan saya pun tak akan kuat menahan kelopak mata ini dalam 5 menit. hehe. sampai sekarang pun ini masih berlaku. suatu pagi pukul 8 (sama dengan kondisi pukul 6 di Indonesia) saat saya menuggui student2 untuk mengerjakan soal2 mereka di dalam kelas ber AC central, saya pun menguap beberapa kali, mata ini terlalu berat ya Allah. hehe lagi. berikan saya kondisi statis, itu sudah.

dan satu pekerjaan yang bagi saya akan sangat berat dilakukan adalah menjadi satpam. iya. bayangkan saja anda kebagian menjaga toko buku di gramedia. orang berlalu lalang, tapi tetap pemandangannya itu itu saja. bosan, lelah, harus berdiri seharian, dan tetap waspada. that's damn hard for me. atau menjadi satpam bank yang menunggu pintu masuk sebuah bank. berdiri disana, seharian, AC full mode on. mampus!

dan saat IRC (perpus) UTP memberlakukan new attire-nya, dipasanglah seorang satpam disana. yang selalu memantau apakah sang student memakai id card nya, dan tidak memakan sendal. siang itu saya hanya hendak mengembalikan buku saja. melihat saya memanggul tas ransel hitam segede gaban, beliau pun mengingatkan peraturan yang mewajibkan tas diletakkan di loker2 bawah. "iya cik, nak return buku saja" sembari tersenyum. dan selang beberapa menit setelah mengembalikan buku, saya pun bergegas menuju CIMB bank untuk "membobol" ATM. ah, jalan satunya lebih pendek. saya pun berbalik arah. pak guard itu pun menyapa dan menanyakan kenapa berbalik arah. "iya cik, jalan ini lebih dekat" sembari tersenyum lagi. ah, cik.. tugasmu terlalu berat. tugasmu terlalu membosankan. dan semua orang tidak menganggapmu ada! sambil melihat uban di rambutnya, saya pun menganggukkan kepala seraya tersenyum menandakan saya pamit dan berlalu darinya. ah..

dan suatu malam saat saya makan fish n chip di kedai V3, datanglah 3 mak cik-mak cik berseragam coklat. mereka mendapat giliran malam rupanya. satu persatu mereka memungut sisa2 piring dan gelas, kemudian memasukkannya ke dalam troli. di ujung meja sana, tampak 2 anak undergrade yang mejanya sedang dibersihkan oleh mak cik ini. muka mereka melengos, menatap ke satu sisi yang lain yang tidak ada mak cik di dalamnya. dan mak cik itu, dengan begitu merunduknya, membersihkan mejanya. hey, mak cik itu ada! ia berwujud, tidak kasat mata. hey, ia ada di depanmu! dodol!

ah, sombongnya kita. seperti kata mas mujib, dunia ini hanya titipan, harta adalah titipan, kehormatan adalah titipan, pangkat adalah titipan, anak adalah titipan, istri/suami adalah titipan, pun cinta dan kasih sayang adalah titipan. itu semua adalah milik Allah yang dititipkan ke kita. bukan milik kita. hanya karena Allah menitipkan lebih, bukan berarti itu milik kita, dan bukan berarti itu memberi hak kita untuk sombong, itu loh bukan milik kita!

dan saat mak cik itu menuju meja saya, saya pun melihat wajahnya dan memberi senyum, "trimakasih, cik". ah, wajah itu sangat manis, wajah tua yang sangat bersahaja, seperti milik satu orang yg saya hormati.

Selasa, Februari 10, 2009

10.02.09



there is no beginning
there is no end
it is A JOURNEY

no threshold for certain step
no sampling
it is continuous

no next beginning after previous end

it is a learning
it is, again, A JOURNEY
of ME


*photo taken by mas firman, tq mas

Jumat, Februari 06, 2009

numpak mobil ambek mbecak

kadang krungu guneman, lek sekolah nang ndi ae podo ae, lek arek'e dubleq yo bakalan plonga-plongo masio iso mlebu kuliah nang universitas bonafid. kuwalikane, lek arek'e pinter masio tah kuliah nang swasta sing status'e terdengar (luweh nemen timbang terdaftar) bakalan tetep dadi wong pinter sing iyes.

ho'oh si jane, aku yo setuju. tapi siji hal sing menurutku iso dadi keuntungan kuliah nang univ gede lan terkenal, koyoto ITS (sing teko UI, ITB, UGM, ojok ngamuk ya.. lawong aku ancen arek ITS kok, yo ga popo si almamaterku tak umbul2no dewe :p). yoiku: KESEMPATAN SING LUWEH JEMBAR.

yo cak, ning, dadi lek samean kiy kuliah nang ITS, kesempatan gawe berkembang kiy okeh. iso melu event2 kelas nasional bahkan internasional. koyoto robot2an ITS sing terkenal kuwi. nah, lek wes weruh lan enek kesempatan bertanding secara nasional lan internasonal maeng, lak wawasan'e kene dadi terbuka lebar. ra mung jago kandang. menang lomba cerdas cermat 17-an nang balai desa ae wes sombong. ngunu contohe.

trus lek sekolah gede biasane fasilitase lengkap. profesor'e yo okeh. kan secara univ e yo gak gelem ngangkat dosen ecek2 toh, lak tambah delahom mengko murid2e. dadi inputan sing dilebokne utek kiy yo wes sortiran, duduk reject-an. opo sing awakdewe garap pun kwalitas'e nasional, g ecek2. projek2 gede teko perusahaan gede lak yo parane nang univ gede toh. mosok nang univ cilik2. nah, kuwi gawe nambah pengalaman2.

meneh, lek melu kegiatan ekskul2, UKM2, tah BEM opo melu lomba karya tulis, tingkat'e yo gak ecek2 rek. g demen2. mesti nasional. trus mesti disawang, diregani ambek kanca2ne. ngerti dewe toh lek arek2 kuwi perang2an almamater pas nglumpuk2. sing biru enom, kuning, biru tuwek, abu2-coklat, lak mesti ketok rodo methentheng ngunu. lambang'e diduduh2ne, digaweni nang ndi2, masio tah howone sumuk. eee.. bocah. lah sing liyane kari mindik2 ae. warna jas wes kentekan dijupuki sing gede. dadine aneh2. tur lambang'e yo mending g diwenehi lambang, ngunu pikire. hehehe. trus sisan kan lek ngadakno kegiatan wani ngundang univ liyo. lah jajal melu BEM e univ antah berantah, ape undang mbok2e kan yo sungkan disik.



trus sisan lek enek beasiswa gede2, utowo lowongan gawean sing bonafid, lak mesti akeh diuncalno nang univ gede. kan kadang enek toh sing nulis kudu teko PTN2 berakreditas A, terkenal de el el. iku juga buka peluang. durung lek wes mlebu kerjo, lek bos2mu soko univ sing podo, lak luweh diperhatekne, diutamakne, lawong adik'e dewe. ngene iki jane yo ngerugikne, terutama sing soko uni cilik2. tertindas, dianaktirino, dadi ndak iso berkembang. tapi yo piye yo, biasane lek sak univ kiy karakter'e podo, dadine penak lek dijak kerjo bareng.

yo kuwi maeng beberapa hal sing nguntungno. kan yo bedo yo rek lek awak dewe numpak mobil ambek nyingklak becak. luweh cepet sampek, tur iso nang ndi2 sing luweh adoh, tur gengsi ne duwur, tur iso luweh pinter diasah mergo okeh lan komplek navigasinya. lah lek becak lak bondo sikil tok se, hehe.

tapi yo pancen tetep balik nang sopir'e, mobil tah becak maeng. lek wes diwenehi tumpakan mobil tp sik delahom yo tambah luweh goblok tinimbang sing mbecak! lah piye, lawong kesempatan'e wes onok kari jupuk kok malah gak digawe.

oke2. yo wes ngunu disik. keluwen aku.

Minggu, Desember 14, 2008

selamat jalan dik..

beberapa hari ini milis jurusan teknik fisika ITS ramai karena sebuah berita. yang menyedihkan sayangnya. adik, sahabat kami, Bayu Indra Trinanto, meninggal dunia pada 12 Desember 2008, dikarenakan sakit demam berdarah. menurut posting yang dikirim teman se-angkatannya (2004), Yudha Wastu, tanggal 10 sebelumya, Almarhum masih bermain sepak bola dengan rekan2nya. di kampus, di samping jurusan, kami menyebutnya old trafford. saat itu Almarhum masih dengan semangat bermain. entahlah, mungkin kini demam berdarah susah dideteksi, menyerang tiba2. orang dewasa mungkin cenderung mengabaikan panasnya badan sebagai salah satu tanda adanya penyakit ini. tapi terlepas dari itu, Allah memang berkehendak memanggil pulang hambanya, innalillah...

saya tak begitu mengenal sosok Almarhum. namun saya sering melihatnya di kampus, bercanda dengan teman2nya. saat menunggu kuliah atau saat berkumpul di ruang himpunan. saya mengingatnya sebagai sosok yang ramah, ceria, gembira, dan bersemangat. saya masih ingat rambut landaknya, dan selalu tersenyum menyapa, "mbak".

ouws... saat ini leher saya tercekat, rasa ingin menitikkan air mata. entahlah, tiba2 sosok Almarhum begitu hangat di hati saya. padahal berdiskusi dengannya pun saya tidak pernah. pohon, mereka biasa menyebutnya demikian. entah karena apa, mungkin ada hubungannya dengan saat pengkaderan. mungkin saat itu ia disuruh seniornya untuk memeluk pohon. ah saya tak tahu.

Di hari jum'at, tepatnya 12 Des 2008...
entah knapa saya berkostum hitam saat ke kantor
saat waktu menunjukkan 16.30, ada sms yg membuncakkan isi hati
tak karuan
perasaan sedih bercampur tidak percaya
seakan saya sendang mendengar gosip di TV
yah...sayapun tercengang

tak lama kemudian, HP-pun berdering
tak ada niat kuangkat
karna aku tak mau isi sms itu dibacakan lewat telpon
jempol tanganku akhirnya bertindak seakan ada gertakan dari langit
saat itu pula....Teman Sepermainanku terkabar telah tiada
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...

itulah sebagian tulisan Yudha di milis. teringat kembali apa yang saya alami dengan sahabat saya tercinta (ouws.. air mata saya rasanya sudah di ujung mata), Almarhum Dedi Kuncahyono. di blog saya dulu, hal sama terjadi pada saya kurang lebih... 2 tahun lalu. di sebuah sore yang mendung.

Tapi tidak dengan sore itu, 16 Januari 2007. Ditengah-tengah kesibukan edit berita di ITS Online. Sebuah ringtone sms menghentikan ketikan tangaku di keyboard dan beralih ke keypad motorolaku. Sore itu memang aku berharap tak ada sms yang datang, karena sobat dkatku paginya dikabarkan kritis. Dia divonis kanker kelenjar getah bening sekitar 3 bulan lalu. Dan praktis sejak lebaran dia tak pernah kuliah lagi

Dengan hati resah aku membuka sms dari Ratna. Innalillahi wa inna Ilaihi Raji’un. Dedi Kuncahyono telah dipanggil Sang Rabb. Mataku mulai berkaca-kaca. Hati ini mulai menjerit. Aku pun teringat kalau teman-teman angkatanku sedang maen bola di lapangan perpus bawah. Berlari menuju lift dan turun dengan kotak kosong besi itu

Saat kutemui teman-teman yang sedang asyik bermain bola. Kukatakan "Sudah tahu berita Kun?". Rangga pun menjawab "Udah, besok pagi kan kita berangkat". "Nggak, Kun dah gak ada". Tercengang, terkejut, semua langsung menghentikan permainan dan berlari ke arahku. "Hah! bener?", tatapan muram pun mulai berada di wajah mereka. Kami pun segera berkoordinasi dan memutuskan berangkat malam itu juga. Sekitar jam 21.00 kami pun. memacu 3 mobil ke arah madiun

dan saat pemakaman... dunno what to say.. air mataku tak pernah berhenti keluar..

Gundukan tanah mulai terbetuk. Sepasang penanda pun ditancapkan. Dedi Kuncahyono, 16 Januari 2007. Allahu Akbar. Aku pun meraih sejumput tanah dan kutambahkan gundukan itu. Menaburkan bunga ditempat peristirahatannya. Allahu Akbar. Wajahku basah oleh airmata. Do’a yang terbaik kupersembahkan padamu, Sobat. Selamat jalan…..

seperti halnya yang dituliskan Yudha atas Bayu

Selamat tinggal temanku, sahabatku
Kemarin aku sempat mengangkatmu
mengantarmu ke tempat sempit itu
Kau boleh pergi
Tapi satu yang perlu kau ingat
Namamu akan selalu dikenang
Karena saat ini kau meningalkan kami sebagai orang besar

masih terngiang hingga kini, kalimat yang sering diucapkannya. masih terpatri dengan nada yang sama, warna suara yang sama, dan frekuensi yang sama persis. "te, semangat te!". I still remember his smile, hitam rambutnya, manis senyumnya. warna baju orange yang dipakainya saat pertemuan terakhir kami, makan bersama terakhir kami.....

ki-ka: dedi (ucok)-kun-dimas-ambarjati-pitri

i miss you, pon.. i miss you. apa kabar kau disana? semoga baik2 saja dan Allah selalu menyayangimu. dan.... selamat jalan dik Bayu... innAllaha ma'ana...