Selasa, Desember 04, 2007

hampa dalam pekak

dalam kerumuman yang begitu hiruk..
dalam debaman musik yang begitu pikuk..
aku justru merasa sendiri..
benar-benar sendiri..
dan hati ini menangis..

perasaan aneh dan baru pertama kali ini terjadi saat Surabaya Book Festival, Sabtu (1/12), di Balai Pemuda Surabaya. Malam minggu itu saya dan tiga orang teman kos2an menghempaskan waktu pada riuhnya malam minggu. yah.. makan2 dan jalan2, standar. kami sepakat mencoba tempat makan baru di dekat ubaya dan selanjutnya ke book festival itu tadi.

Masuk ke balai pemuda, seperti yang kami perkirakan, pasti rame! hya iyalah, malem minggu. semua tumpah-ruah di dalam gedung yang menurut saya sempit untuk event seperti itu. kami pun membaur bersama pemburu buku murmer lainnya.

tapi entah, rasanya sepiii sekali, seperti tak ada keramaian disana. malam itu saya menyadari bahwa saya benar-benar SENDIRI. saya pun cenderung memisahkan diri dari teman-teman saya. menghela nafas.. hati ini hampa.. kosong.. hening.

entah saya sedang sensi, atau PMS berkepanjangan-yang-tak-kunjung-padam, hati ini sejurus kemudian menangis. kangen.. rindu.. dengan dirinya. hp yang sedari tadi tersimpen di saku pun saya keluarkan.

"Ade ga prnah ambl pusing dgn malm minggu.ingt jg ndak!tp sumpah malm ni ade pengen abang ada di sampngku..."

sent to _adienku (+965700xxxx)

aku terduduk di atas kursi yg tersedia. mencoba menikmati suasana dr angle yg berbeda. kemudian keluar untuk mencari nuansa yg lebih pekak. hentakan musik band bernyanyi entahlah apa yg mereka mainkan yg jelas nge-beat abiss, semakin meriuhkan suasana.

namun tetap hening.. hampa..

dan bersama pekat langit malam itu..
aku ingin mengepakkan sayap..
dan melaju ke arahmu..
menembus cumulus2 awan malam..
demi melihat senyum manismu..

dan sms yang datang kemudian, bahwa kau pun ingin memanjakanku, seperti apapun yang kumau..

2 komentar:

Galih mengatakan...

mending jomblo xixixixi...

*kaboooooooooor

fitri mengatakan...

gak juga. mending SLI-an daripada jomblo dan hidup dalam bayangan masa lalu. wekkkk :p *uber mas galz pake pentungan*