Jumat, April 25, 2008

ABC

pitri terkadang bertanya, jika mereka tak pernah melihat cahaya, tak pernah mengenal beda biru-hijau-merah, lalu apa yang mereka rasakan berbeda. oke lah kalau yang buta tidak sedari lahir, tapi bagi yang buta sejak lahir: apanya yg beda?! dan kenapa itu membuat mereka merasa berbeda. sehingga terciptalah rasa rendah diri dan pesimis.

namun satu hal yang pitri sadari, adalah perlakuan kita yang mereka rasa berbeda. baik secara halus maupun kasar. kasar dengan cara mencaci, mencibir, merendahkan, hingga yang halus seperti membantu mereka berjalan, memakaikan pakaian dan mengambilkan barang yang mereka butuhkan. itu lah yang membuat mereka merasa berbeda.

yang membuat hidup mereka tidak bisa berkembang adalah kurangnya FASILITAS HIDUP. dunia dan segala isinya memberi fasilitas tak terbatas untuk orang yg awas -normal-. jalan, rumah, baju, makanan, buku, semua dibedakan berdasarkan warna dan penglihatan. jalan tidak dibedakan dengan meraba kasar maupun lunak, rumah memberi mereka sekat2 untuk ditabrak dengan mudahnya tanpa penglihatan, makanan bagi mereka adalah rasa manis dan asin, dan buku -awas- bagi mereka adalah selembar kertas kosong tanpa kata dan kalimat.

sungguh, anak2 itu punya semangat belajar yang sangat tinggi. tanpa kenal lelah menerabas semua penghalang keterbatasan mereka. mereka bisa melakukan apa yang anak normal seusianya lakukan. mereka bisa melakukan perkalian, mengenal tata surya, dan membaca buku harry potter. tak ada beda! hanya saja FASILITAS HIDUP mereka terbatas. buku mereka tak dengan mudahnya dicetak oleh penerbit. menulis yang merupakan hal ringan bagi kita yang berbekal pena, mereka harus menekan tulang-tulang di tangan mereka dengan riglet dan pen. mengenal bulat, kotak, segitiga, tak cukup dengan gambar 2 dimensi yang dengan mudah dicoret di atas kertas. dan komputer mereka fungsikan dengan mendengar bunyi-bunyi yang berbeda saat mereka menggeser mouse.

mereka butuh fasilitas yang berbeda dengan awas, dan sayangnya jumlahnya terbatas dan susah didapat berikut mahal.

ini adalah perihal ketidakadilan fasilitas dunia. coba saja bayangkan jika dunia ini 90 persen adalah tunet dan 10 persen awas. maka semua buku adalah dalam wujud braille, tulisan a dimana mana adalah berupa satu titik di kiri atas dan bukannya huruf A. dan orang awas adalah kaum minoritas, yang memiliki keterbatasan fasilitas, yang akan kesulitan membaca buku.

adalah juga sikap ABC yang harus mereka miliki untuk bertahan hidup berikut untuk unggul dalam hidup ini.
ABC = Alone, Brave and Confidence

Alone membuat mereka mampu melakukan apapun oleh mereka sendiri, Brave membuat mereka menjelajah ke semua bagian dunia, dan Confidence membuat mereka mampu tampil ke hadapan dunia dengan karya-karya mereka. berikan itu kepada mereka. bentuklah mereka menjadi insan yang mandiri, pemberani dan percaya diri. bukankah yang mula diajarkan kepada mereka di Taman Kanak Kanak adalah bagaimana memakai baju sendiri, dan bukannya huruf2 abjad?!

dan jangan heran jika dengan kemandirian, keberanian, dan kepercayaan diri, salah satu diantara mereka bisa bersepeda sendirian. ya, mereka tuna netra! dan mereka mengendarai sepeda!

berikan mereka FASILITAS HIUDP, berikut sikap Alone, Brave and Confidence untuk menjadi bertahan dan unggul ...


ayo berbagi buku dengan mereka, karena buku membantu kita semua untuk melihat dunia. http://www.mitranetra.or.id/ebook/

* poto diambil dr http://www.accesslinx.com/Braille.jpg

6 komentar:

ridu mengatakan...

wah, kemaren di green fest 2008 ada gerakan nyumbang buku juga tuh pit.. emang nih buku semakin mahal, jadinya susah buat mengembangkan ilmu buat yang punya keterbatasan, baik finansial maupun fisik..

nindityo mengatakan...

setuju banget mbak.. fasilitas hidup dengan nama "kesempatan" sangat sulit mereka dapatkan.

@iping mengatakan...

Pas moco judule tak kiro ABC ne Malaysia. Ais Batu Campur. :p

Benazio R.P mengatakan...

gw banget tuh ABC nya hehe .

kalo gw sih Autis, Berpendidikan, Cribo, Dodol . hehe

mujib mengatakan...

ketidak adilan ? kepada siapa kata-kata ini ditujukan ( baca : dituduhkan ), mbak? dunia ? sesama manusia ? fasilitas ? fasilitas ga salah apa2. mereka kan benda mati. ato...Tuhan ??

fitri mengatakan...

@ ridu:
iya du, bg kita aja buku tuh mahal. apalagi buat mereka yg nyetak bukunya musti pake braille, kan g smua penerbit bisa.

@ nindityo:
bener. selayaknya kita yg punya kemampuan lebih bantuin mereka dgn beri fasilitas.

@ iping:
iso dikiro kecap Indonesia barang mas, kqkqkqkq

@ bena:
si adek satu ini emang dasar ABC, autis-kribo, idup lageh?!!! :D

@ mujib:
ketidakadilan y? y pada pemberi fasilitas itu. bs saja pemerintah. mengapa buku mereka terbatas. mengapa fasilitas screen reader untuk komputer mereka sedikit dan license-nya mahal. mengapa talking watch susah dicari dan musti import. fasilitas hidup mereka -sepengetahuan pitri- minim mas.. jadi g bs berkembang deh