Selasa, Juli 15, 2008

Le Grand Voyage

Diantara beratus2 film yg sudah pernah pitri lihat, rasanya pilm2 bernuansa islam memerlukan ruang tersendiri untuk diangkat dalam kategori resensi pilm blog nduk pitri ini. umumnya film islam (kita menyebutnya begitu saja ya) tidak berjalan sesuai pakem pada umumnya, dimana dimulai dengan sesuatu yang ringan, prolog2 pengenalan tokoh maupun antar tokoh, yang kemudian semakin lama semakin berujung pada konflik puncak, dan diakhiri dengan ending yang diinginkan oleh sutradara, baik sad mapun happy ending. hampir semua film beralur seperti itu.

tapi kiranya tidak dengan film islam. berdasar beberapa pilm yang pernah pitri tonton, semua beralur NARASI. smooth dari awal hingga akhir. semua bagiannya diisi dengan konflik2. dan alurnya kadang tidak jelas. penonton dibuat susah menebak seperti apakah nanti endingnya. karena memang film2 seperti ini tidak menawarkan satu konflik puncak saja. ia lebih kepada permainan emosi dan pesan unik yang ingin disampaikan.

sebut saja Turtle Can Fly, pitri hampir gemes ngelihat pilm ini alurnya bener2 lambat! dan g jelas apa yang disampaikan. namun permainan emosinya sungguh cantik, unpredictable. sampai di akhir baru kita sadari apa maksud dan inti dari pelm ini. yaaah.. itupun setengah gemes juga karena g ngerti bener2 apaaaa maksudnya :p

oke2, sekarang kita akan membicarakan sebuah pilm berjudul "Le Grand Voyage". iya bener, ini pilm islam, dirilis tahun 2004 lalu. judulnya demikian karena memang dibuat dan disutradarai oleh orang muslim prancis, Ismael Ferroukhi.


film ini bercerita tentang perjalanan ayah-dan anaknya yang bernama reda (mungkin dr bahasa arab Ridho) ke kota mekkah dengan sebuah mobil. sang ayah ingin pergi haji, namun ia berkerasu ntuk memakai mobil dan bukannya pesawat walo ia memiliki cukup uang untuk membeli tiket. bagi sang ayah, ibadah haji adalah dimulai dari awal melakukan perjalanan dari saat keluar rumah. ia ingin merasakan perjuangannya langkah demi langkah, bermil-mil jauhnya dari daerah selatan prancis. namun bagi sang anak, perjalanan ini tak lebih dari sikasaan batin karena harus mengantar ayahnya dalam waktu yang lama berikut meninggalkan ujian sekolahnya yang sangat penting, plus kekasih non muslim nya.

reda diibaratkan seorang pemuda kelahiran prancis berdarah maroko yang enggan mengingat2 apalagi melestarikan budaya asalanya, berikut menjalankan perintah agamanya seperti sholat. sedangkan sang ayah merasa perlu mengkomunikasikan bagaimana sejatinya menjadi seorang muslim kepada anak laki2nya itu.

enaknya pitri bikin poin per poin aja ya penggalan menarik dari pilm ini. rada mbulet jg kalo review semuanya dalam bentuk paragraf.

1. adalah saat reda dan ayahnya bertemu laki2 asal turki bersama mustafa yang kemudian menjebak reda agar mabuk yang kemudian merampok uangnya. sang ayah, dari awal, sudah mengingatkan reda bahwa mustafa bukanlah orang baik2. namun karena reda dengan gejolak muda nya itu memilih berteman dengan mustafa yang bisa mengajaknya bersenang2. yang bisa "berbicara" dalam "bahasanya". saat reda bangun usai mabuk keesokan paginya, sang ayah pun langsung memarahinya. ia bertanya apa yang ia lakukan semalam hingga tak sadarkan diri, dan kenapa ia sekarang bau alkohol. sang ayah pun bercerita bahwa mustafa telah merampok mereka. sang ayah pun berkata, "kamu memang bisa membaca dan menulis, tapi dalam ilmu kehidupan, kamu NOL!!"

2. saat mereka kehabisan uang usai dirampok, reda dan ayahnya hanya makan bekal seadanya berupa roti dan telur. reda pun marah karena ia butuh tenaga untuk menyetir, ia pun membentak ayahnya dan bilang kalau ia ingin makan daging! sang ayah pun memintanya berhenti di sebuah rumah dan kembalilah ia dengan daging yg diminta reda. but kindly in the other shape, KAMBING IDUP! yap.. kocak abis dah. reda pun uring2an karena si kambing yang ditaruh di jok belakang ngembik2 terus. saat si ayah pun memutuskan untuk menyembelihnya dan meminta reda mengikat dan memeganinya serta meghadapkannya ke arah kiblat, kambing itu lepas! nasibbbb :D


3. usai mengalami beragam kejadian dan mereka sampai di mekkah, sang ayah pun mengatakan bahwa ia banyak belajar melalui perjalanan ini. reda pun membalasnya dengan "me to" dan mereka pun saling tersenyum penuh arti. sang ayah pun berterimakasih karena reda mau mengantarnya sejauh ini untuk melaksanakan haji, dan mendoakan agar dengan perbuatannya itu, ia akan selalu diberkati oleh Allah.

4. reda bertanya kepada ayahnya, kenapa ia harus bersusah2 melaksanakan haji. sang ayah pun menjawab adalah kewajiban muslim yang sudah mampu untuk berhaji, sebelum ia meninggal. dan begitulah, sang ayah pun meninggal sebeum rampung melaksanakan hajinya. di sebuah perhentian, reda pun menunggu ayahnya yang pulang dari melaksanakan ibadah hari itu bersama rombongannya. namun saat bis terakhir datang, ayahnya tak muncul juga. ia pun bergegas mencari dimana gerangan ayahnya diantara milyaran umat manusia yang tumpah ruah di mekkah pada musim haji itu. saat reda terjepit diantara orang2, ia pun emosi dan memarahi semua orang yang ada di sekitarnya. diasingkanlah ia oleh pihak kepolisian yang berjaga disana. ia kemudian diajak ke sebuah kamar mayat. reda pun marah kepada polisi arab itu, "kenapa engkau membawaku kesini???!!". dan benarlah, di ruangan itu ia menemukan sosok ayahnya yang telah menjadi mayat. sungguh adegan yang sangat menharukan. dimana hubungan ayah-anak yang selama ini berlangsung sangat dingin, tiba2 menjadi begitu indah dan akrab saat reda menangis diatas jenazah ayahnya. ia pun menangis sejadi2nya dan merebahkan diri disamping ayahnya itu.

5. adegan saat reda mencari2 ayahnya diantara lautan umat muslim yg melaksanakan ibadah haji adalah diambil benar2 pada saat musim haji. sang sutradara mengatakan bahwa saat pengambilan gambar, tidak ada seorang pun dari orang2 itu yang berpaling dari ibadahnya, memperhatikan mereka, melihat kru, atau mempertanyakan akting reda, sang sutradara itu mengatakan, "they seem in a different world"... hwaaaa... (^__^)

tidak ada happy maupun sad ending dari pilm ini. entahlah. pilm ini hanya diakhiri oleh permainan emosi sang tokoh, begitu juga apa yang terjadi dari awal cerita sih. tak ditunjukkan juga apakah reda bertobat, mulai menjalankan ajaran Islam, atau happy2 ending lain seperti yang diharapkan penonton. di akhir cerita reda hanya diperlihatkan mengemasi tasnya dan bertolak ke bandara menggunakan taksi. sebelum berangkat, ia pun memberikan beberapa koin kepada ibu pengemis di jalan. nampaknya ia mengingat ajaran ayahnya untuk memberi kepada yang membutuhkan. hanya disitulah diperlihatkan sosok reda yang kemudian menjadi begitu akrab kepada kebaikan ayahnya.

hmm.. recomended lah. film yang menyentuh. tp saya bingung jg ketika tahu bahwa pemerintah malaysia memberi rating banned pada film ini. is there any thing i missed in this movie???

resensi lain tentang pilm ini bs dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Le_Grand_Voyage
dan ini cuplikan wawancara dengan sutradaranya http://www.monstersandcritics.com/movies/features/article_10081.php

5 komentar:

inung mengatakan...

wuih detil rek.. ak jg dah nonton. aku lumayan inget jawabannya si bapak ketika ditanyain reda, kenapa dia memilih berangkat haji naik mobil, bukan pesawat seperti orang-orang pada umumnya. Si bapak menganalogikannya dengan asinnya air laut yang hilang ketika menjadi air hujan. Air laut itu mengalami proses yang sangat panjang, yang sedikit demi sedikit meluruhkan garam yang terkandung di dalamnya, sehingga pada akhir proses yang didapat adalah air murni yang segar.

Terakhir aku nonton Rang El Khonda (Color of Paradise/Color of God) yang disutradarai Majid Majidi (children of heaven, baran, dll). Tipe-tipenya ky gini juga.

palungsalwangga mengatakan...

wah..wah..wahh... sutradaranya aja kalah detail nich.

asyik blognya.

boleh kan, numpang baca. biar ketularan pinter dan teliti seperti pemilik blog ini.

salam kenal,
salwangga

fitri mengatakan...

@ inung:
he em nung, pesan yg bagus yak?! (^__^)

@ salwangga:
hwaaa.. boleh2 mas.. monggo2.. salam kenal juga ya

herrybj mengatakan...

BJ ke rental segera, nyari DVDnya....!

*lariii....*

Fathulloh mengatakan...

Halo Mba...
eh aku jadi inget lagi nich soal dua film Festival ini (Turtle Can Fly,le Grand Voyage), emang sich tuch film pembawaan pesannya sangat dramatik, apa lagi le Grand Voyage, benar2 perjalanan mulia, cuman kadang orang yang ga terlalu sabar menonton bakal di bikin bosen di awal.oh iya Turtle Can Fly dan le Grand Voyage pernah ku puter di MAN 3 Kediri Lhoo...
eh mba ada 1 film lagi yang satu karakter ma dua film diatas, udah nonton "MAnsour Ibrahim", seru banget, cerita tentang persahabatan seorang Sufi(dah cukup tua) dengan seorang anak yahudi, cerita berawal dari kebiasaan si anak Mencuri di Toko sang sufi.... seterusnya nonton aja..

Yup... Mba kalo ada film2 festival
asean diresensi donk, Malaysia film e elek2 ta? thailand lho lumayan film 2 e.

Fath,